Allah menghendaki suatu kemudahan, bukan suatu kesukaran
SHOLAT 3 WAKTU
Nabi : Sholat Jama’ agar umat tidak berat, tetapi 5 waktu yang terbaik. Tidak Sholat = Neraka.
أَقِمِ الصَّلاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ
وَقُرْآنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا (QS 17:78)
Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat
1. Dalam al Qur`an waktu sholat ada 3, yaitu:
a. Tergelincir-nya matahari atau siang sampai gelapnya malam (dhuhur atau ashar).
b. Gelapnya malam sampai terangnya fajar (maghrib atau isya`).
c. Terangnya fajar (subuh).
2. Kita sholat 5 kali meskipun 3 waktu, yang penting kita tidak melanggar al Qur`an, yakni:
a. Waktu subuh adalah waktu yang sangat penting.
b. Sholat dzuhur dan ashar dijadikan satu waktu oleh Rosul, kemudian dipisah. Awalnya dzuhur 2 raka`at dan ashar 2 raka`at. Sekarang dzuhur 4 raka`at dan ashar 4 raka`at.
c. Demikian juga sholat maghrib dan isya` yang dijadikan satu waktu, kemudian dipisah. Sehingga sholat menjadi 5 waktu.
3. Sholat 5 kali dalam 3 waktu tidak melanggar Qur`an. Kurang dari 3, melanggar. Kita dakwah untuk menghamba secara lahir dengan fleksibel. Utamakan penghambaan batin.
inna qur`aana al-fajri kaana masyhuudan:
Kita ingat dan kita hindari meninggalkan sholat, terutama sholat shubuh, karena disaksikan malaikat.
SHOLAT 3 WAKTU ini untuk orang2 yg belum sholat/kesulitan menjalankan Sholat 5 waktu, dengan tetap memperbanyak Dzikir.
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abi Syaibah] dan [Abu Kuraib], mereka berdua berkata : Telah
menceritakan kepada kami [Abu Kuraib] dan [Abu Sa’id Al-Asyajj]. Dan lafz hadits milik Abu Kuraib, mereka berdua
berkata : Telah menceritakan kepada kami [Waki’], keduanya dari [Al-A’masy], dari [Habib bin Abi Tsabit], dari
[Sa’id bin Jubair], dari [Ibnu ‘Abbas], ia berkata : Rasulullah saw pernah menjamak shalat zhuhur dan ‘ashar, shalat maghrib dan ‘isya di Madinah, bukan karena ketakutan dan bukan pula karena hujan . Dalam hadits Waki’ katanya, aku tanyakan kepada Ibnu ‘Abbas : Mengapa beliau lakukan hal itu? Ibnu ‘Abbas menjawab : Agar supaya tidak memberatkan umatnya. Dan dalam hadits Abu Mu’awiyah ditanyakan kepada Ibnu ‘Abbas : Kenapa beliau saw berbuat itu? Ibnu Abbas menjawab : Beliau saw berkehendak supaya tidak memberatkan umatnya.
(HR.Muslim : 1151, Shahih Muslim, Al-Maktabah Asy-Syamilah, babul jam’I bainash shalatain fil Hadhar, juz 4 : 10)
Sumber :
Comments
Post a Comment